Dewan Mahasiswa Sipil
Semarang, 12 April 2013. Aku mendapat undangan untuk menghadiri rapat pembentukan struktur organisasi Dewan Mahasiswa Sipil. Di sore yang mendung saat itu, aku dengan menggunakan motor hitam besar berangkat dari kontrakan sederhana namun nyaman menuju kampus perkuliahan Teknik Sipil. Setelah sekitar 10 menit aku sampai di kampus. Kondisi jaket yang basah karena melindungiku dari guyuran hujan yang datang tiba-tiba. Setelah sampai di kampus, aku langsung menuju ruang Himpunan Mahasiswa Sipil bersama dengan undangan yang lain.
Dewan Mahasiswa Sipil (re: DMS) adalah sebuah lembaga baru yang diprakarsai oleh bidang Internal HMS yang memiliki tujuan dapat mengawasi dan memastikan HMS tetap berada pada jalur kerja yang benar. DMS beranggotakan 8 orang perwakilan setiap angkatan, mulai dari angkatan 2012 sampai 2009. DMS sendiri merupakan bentuk yang lebih rapi dan terstruktur jelas dari Dewan Perwakilan Angkatan (DPA) yang di gabung menjadi satu.
Luar biasa, ini merupakan sebuah inovasi yang cukup bagus untuk lebih mengkoordinir teman-teman angkatan yang di wakili oleh DPA. Selama ini DPA bekerja sendiri-sendiri untuk setiap angkatan. dengan adanya DMS ini harapannya dalah setiap aspirasi dari warga teknik sipil yang merupakan angkatan-angkatan dapat terwakili dan tersampaikan dengan baik ke HMS. Apabila aspirasi tersebut dapat tersampaikan maka secara langsung maupun tidak HMS akan terus dipacu untuk berkembang dan melakukan setiap kegiatannya dengan baik.
Luar biasa, ini merupakan sebuah inovasi yang cukup bagus untuk lebih mengkoordinir teman-teman angkatan yang di wakili oleh DPA. Selama ini DPA bekerja sendiri-sendiri untuk setiap angkatan. dengan adanya DMS ini harapannya dalah setiap aspirasi dari warga teknik sipil yang merupakan angkatan-angkatan dapat terwakili dan tersampaikan dengan baik ke HMS. Apabila aspirasi tersebut dapat tersampaikan maka secara langsung maupun tidak HMS akan terus dipacu untuk berkembang dan melakukan setiap kegiatannya dengan baik.
Yap, itu sedikit gambaran mengenai apa itu DMS. Sore itu ketua DMS, mas Ipin, membuka rapat penbentukan struktur organisasi DMS di ruang HMS yang cukup sempit untuk menampung banyak orang dari perwakilan angkatan. Agenda pertama adalah pembahasan mengenai kode etik anggota DMS, kewajiban dan arahan kerja DMS. Agenda kedua adalah ploting kader untuk di empatkan pada komisi masing-masing. di DMS ada 4 komisi yang bertanggung jawab terhadap 2 bidang untuk masing-masing komisi.Komisi A mengawasi Bidang akademik dan Riset, komisi B mengawasi bidang kewirausahaan dan mikat (minat dan bakat), komisi C mengawasi bidang eksternal dan kesma, dan yang terakhir komisi D mengawasi bidang PSDM dan internal.
Pembahasan kode etik dan arahan kerja tidak berlangsung lama karena hanya membahas poin-poin penting dan tidak banyak perubahan yang berarti. kemudian agenda dilanjutkan untuk membahas ploting kader. Ada beberapa anggota DMS yang tidak bisa hadir menyebabkan ploting kader tidak berjalan maksimal. Karena seharusnya saat itu juga dapat dipilih ketua untuk setiap komisi. Oleh karena itu ploting kader hanya menempatkan orang-orang untuk memilih komisi mana dia akan bekerja. Aku saat itu memilih di komisi D karena basic organisasiku memang dari PSDM. Dan sekarang aku juga diamahai menjadi Kadiv Sinergisitas Lembaga dan Kurikulum. Akibat belum adanya ketua komisi, maka agenda DMS di pending sampai beberapa hari berikutnya untuk membahas siapa yang akan menjadi ketua komisi.
Demikian laporan mengenai DMS. Ini salah satu catatan jejak langkah hidupku sebagai mahasiswa teknik sipil Undip yang mencoba menjadi bermanfaat untuk orang lain. terima kasih, kritik dan saran selalu aku tampung.
Pembahasan kode etik dan arahan kerja tidak berlangsung lama karena hanya membahas poin-poin penting dan tidak banyak perubahan yang berarti. kemudian agenda dilanjutkan untuk membahas ploting kader. Ada beberapa anggota DMS yang tidak bisa hadir menyebabkan ploting kader tidak berjalan maksimal. Karena seharusnya saat itu juga dapat dipilih ketua untuk setiap komisi. Oleh karena itu ploting kader hanya menempatkan orang-orang untuk memilih komisi mana dia akan bekerja. Aku saat itu memilih di komisi D karena basic organisasiku memang dari PSDM. Dan sekarang aku juga diamahai menjadi Kadiv Sinergisitas Lembaga dan Kurikulum. Akibat belum adanya ketua komisi, maka agenda DMS di pending sampai beberapa hari berikutnya untuk membahas siapa yang akan menjadi ketua komisi.
Demikian laporan mengenai DMS. Ini salah satu catatan jejak langkah hidupku sebagai mahasiswa teknik sipil Undip yang mencoba menjadi bermanfaat untuk orang lain. terima kasih, kritik dan saran selalu aku tampung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar